Tips Menjaga Kesehatan Ala Rasulullah

Kesehatanmurah.com – Siapa sih orang yang tak mau sehat? Pastilah berbagai cara dilakukan agar tubuh tetap sehat dan bugar. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan yaitu dengan terapi preventif (pencegahan) dan perlindungan kesehatan tubuh. Jika tubuh telah terserang zat berbahaya, maka dibutuhkan proses pengusiran zat tersebut dengan cara yang tepat.

Tindakan preventif ini terbagi ke dalam dua jenis, yaitu: Pencegahan dari hal-hal yang menimbulkan sakit, atau dari hal-hal yang dapat memperparah penyakit yang sudah di derita agar penyakitnya tidak bertambah parah.

Cara yang pertama disebut dengan pencegahan penyakit bagi orang sehat. Yang kedua, pencegahan bagi orang yang sudah sakit. Jika orang sakit mampu melakukan tindakan preventif ini, maka penyakitnya dapat dicegah agar tidak bertambah parah sehingga meningkatkan stamina tubuh untuk mengusir penyakit tersebut.

YUK JAGA KESEHATAN KITA DENGAN CARA RASULULLAH

Al-Harts pernah mengatakan bahwa, “Inti pengobatan adalah pencegahan.” Pencegahan atau tindakan preventif ini menurut pakar medis bila dilakukan terhadap orang yang sehat sama pentingnya dengan proses menghilangkan zat berbahaya dari orang sakit atau orang yang baru sembuh dari sakit.

Tindakan preventif terbaik adalah yang dilakukan terhadap orang yang baru sembuh dari sakit. Karena kondisi alamiah mereka belum pulih sepenuhnya, staminanya masih lemah. Sementara tubuh dan seluruh organ tubuh memerlukan suntikan energi untuk kembali sehat. Adanya gangguan zat berbahaya itu dapat menyebabkan kambuhnya penyakit, dan hal tersebut akan lebih parah jika dibandingkan dengan ketika pertama kali penyakit muncul.

DalamĀ Sunan Ibnu Majah dan yang lainnya disebutkan dari Ummul Mundzir binti Qais Al-Anshariyah, diriwayatkan bahwa ia menceritakan, “Rasulullah pernah menemuiku bersama Ali. Saat iu Ali baru sembuh dari sakit, sementara kami memiliki buah kurma yang masih bergantung di tandannya. Lalu Rasulullah berdiri memetik dan memakan kurma tersebut. Ali juga ikut berdiri untuk memakannya, namun Rasulullah mencegahnya, “Engkau baru sembuh dari sakit.” Akhirnya Ali mengurungkan niatnya. Segera kubuatkan bubur gandum dan rebusan sayur. Aku menghidangkannya kepada Ali. Rasulullah bersabda, “Kalau ini silakan disantap. Niscaya lebih berguna untukmu.” Dalam lafal lain disebutkan, “Kalau ini silakan disantap, karena lebih cocok untukmu.”

Harus diketahui bahwa Rasulullah melarang Ali untuk memakan buah kurma karena kurma tersebut masih tergantung di tandannya, sedangkan ia baru saja sembuh dari sakit. Stamina tubuh belum memungkinkan untuk itu. Tubuh masih sibuk mengusir sisa-sisa penyakit dan mengenyahkannya dari tubuh. Sementara kurma basah memiliki sifat khusus semacam ‘zat pemberat’ bagi lambung yang menyebabkan lambung menjadi sibuk mengantisipasi dan mengatasinya sehingga tidak sempat melakukan pembersihan terhadap sisa penyakit dan berbagai efek buruknya. Sisa penyakit itu akan tetap tinggal dalam tubuh, bahkan bisa bertambah.

Saat dihidangkan bubur gandum dan sayur rebus dihadapannya, Rasulullah memerintahkannya untuk menyantap hidangan tersebut. Karena kedua jenis makanan tersebut adalah yang terbaik untuk rang yang baru sembuh dari sakit. Kuah gandum mengandung gizi dan unsur dingin, pelembut dan pengemulsi, di samping bisa juga meningkatkan stamina, sehingga cocok untuk orang yang baru sembuh dari sakit. Apalagi jika disantap bersamaan dengan rebusan sayur. Santapan ini cocok untuk orang berlambung lemah sehingga tidak menimbulkan serat yang berbahaya atau ampas yang dikhawatirkan.

Begitulah salah satu hadits Nabi. Oleh karena itu jagalah kesehatan, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Semoga bermanfaat.

Sumber: Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah

Baca juga:

 

 

Tips Menjaga Kesehatan Ala Rasulullah | admin | 4.5